Lantaran “AADC 2”: Melongok Geliat Ekologi Media Masa Kini

Apa lagi yang bisa dikatakan dari Ada Apa dengan Cinta (AADC) sekuel kedua ini? Entah sisi apa pula yang bisa dituliskan seputar film populer penanda zaman ini? Sebuah film cerita yang sejak akhir April 2016 ini menyedot kembali perhatian khalayak luas, terutama mereka yang sudah menantikan selama 14 tahun terakhir sejak film pertamanya, AADC?, menggemparkan … Continue reading Lantaran “AADC 2”: Melongok Geliat Ekologi Media Masa Kini

Film Sinting yang Terus Menghentak Saya

Satu bulan terakhir, pikiran saya tidak lepas dari film. Beberapa kegiatan terakhir yang saya ikuti memang berhubungan dengan film, sebut saja di antaranya ajang pesta film Asia di Jogja, the 4th Jogja-Netpac Asian Film Festival (JAFF) yang berlangsung awal Agustus lalu. Beberapa hari setelahnya, saya mendapatkan undangan workshop penulisan kritik film. Lalu, pekan lalu saya … Continue reading Film Sinting yang Terus Menghentak Saya

Merasakan Sengatan “Slumdog Millionaire”

Film yang menggetarkan! Itu komentar ringkas, tapi sekaligus menggambarkan keseluruhan kesan saya atas film Slumdog Millionaire besutan sutradara Inggris, Danny Boyle. Di sini saya tidak akan mengupas seluk beluk film peraih 8 Oscar dan sejumlah penghargaan bergengsi lainnya itu. Untuk film yg sudah "menggetarkan" dunia sejak penghujung akhir 2008 hingga kini tsb ulasannya sudah begitu banyak, silakan … Continue reading Merasakan Sengatan “Slumdog Millionaire”

“Di Que Si” dan Mimpi-Mimpi ala Amerika

Keunikan film-film dari Eropa menjadi kian terasa karena mereka tampil di tengah-tengah gelombang besar Hollywood. Lebih unik lagi manakala film Eropa yang bicara secara Eropa, dengan latar Eropa, dan mengedepankan karakter-karakter Eropa, tetapi menampilkan impian-impian ala Amerika, the American Dream.Tercapaikah impian-impian itu? Hmm...coba kita lihat di sini: Di Que Si dan Mimpi-Mimpi ala Amerika - … Continue reading “Di Que Si” dan Mimpi-Mimpi ala Amerika