“Abandoned and Beyond”, a documentary photography presentation at the CommArt 2015

Zaki Habibi_Poster seri foto Abandoned and Beyond

What does exactly a city offer us? Progress, order, glory, and great success? Well, it could be. Though, sometimes these images of progress and so on stay as daydream imagination and utopia. An urban life likely shows its paradoxical side in the form of abandon and ignorance. This documentary photo series present the abandoned spaces in Yogyakarta caused by many things, from natural disaster, economic crisis, legal dispute, to mismanagement in development planning and implementation.

Almost all photos presented here are made by analogue camera and celluloid film. I use this technology as a similar resonance to the main topic of the photo series. Currently the analogue technology in photography is abandoned and drifted away, replaced by digitalisation in every aspect of life. Besides, I intentionally do not provide any specific information about the location of these abandoned spaces that, possibly, you might pass them every single day. There is also a paradox cycle that starts from order to slow devastation then, uniquely, invites creative energy to “occupy” these abandoned spaces in chaotic sense. Indeed, the main goal of this photo presentation is to take you in a pause-mode from the “high-speed and hubbub” of urban life, and attract your awareness to remember and probably add your own list of other abandoned spaces in your city.

____________________________

Apa yang ditawarkan oleh ruang hidup perkotaan? Kemajuan, keteraturan, kemegahan, dan kesuksesan kah? Barangkali memang begitu, sayangnya terkadang gambaran itu terhenti sebatas angan harapan dan imaji kosong arti. Tidak jarang, ruang hidup kota justru menyelipkan sisi-sisi paradoksnya dalam wujud keterbengkalaian dan ketidakpedulian. Seri foto dokumenter ini mempresentasikan ruang-ruang terbengkalai di seputaran Yogyakarta sebagai dampak berbagai hal: bencana alam, krisis ekonomi, sengketa lahan dan bangunan, hingga salah kelola dan keliru perencanaan pembangunan.

Hampir semua foto saya buat dengan menggunakan kamera analog dan film seluloid. Sebuah teknologi fotografi yang kini juga makin terbengkalai digerus desakan digitalisasi. Penggunaan kembali fotografi analog tersebut secara simbolik beresonansi dengan fokus topik yang ditawarkan dalam seri foto ini. Selain itu, sengaja saya tidak memberikan keterangan lugas tentang lokasi ruang-ruang terbengkalai tersebut yang, bisa jadi, sebenarnya kita lalui setiap hari. Terkadang fenomena ini juga menarik karena bergerak dalam siklus paradoks berkelindan, dari keteraturan menuju kehancuran perlahan hingga mengundang energi kreatif sebagai “penghuni” baru ruang-ruang terbengkalai itu dalam situasi yang sarat keos. Tujuan presentasi foto ini memang untuk mengajak Anda berhenti sejenak dari “kesibukan dan keriuhan” ala urban, agar Anda dapat mengingat dan menambahkan daftar ruang terbengkalai lainnya.

“Abandoned and Beyond, Terbengkalai dan Selebihnya” CommArt 2015, poster

Poster dapat diunduh di sini:

Zaki Habibi_Poster seri foto Abandoned and Beyond

Dipamerkan di CommArt 2015: http://commart.id

25-27 September, Taman Budaya Yogyakarta

E: aku.zaki@gmail.com

T & Inst: @habibizaki

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s