Wartawan Tanpa (Terikat) Media

 

Beberapa minggu belakangan ini aku mengusik diri dengan sebuah pertanyaan, “Mungkinkah seorang wartawan atau jurnalis tetap menjalankan kerja-kerja jurnalistiknya tanpa terikat pada media tertentu?”

Atau, dengan kata lain, mungkinkah seorang wartawan tetap jadi wartawan tanpa harus bekerja di media tertentu. Bukan sekadar jadi jurnalis lepas atau freelance journalist. Tapi, aku mendamba sebuah tatanan yang mengakui eksistensi wartawan tanpa ia harus terikat secara administratif dengan satu media tertentu. Dia bebas melaporkan atau mereportase apapun, dari sudut pandang manapun, bebas pula menuliskannya di medium apapun dengan cara bagaimanapun. Adakah?

Massa Beringas, Pers yang Tertindas

Dunia pers nasional kembali tercoreng. Kali ini justru oleh ulah sekelompok mahasiswa di Jakarta yang main gebuk di dalam kampus terhadap seorang jurnalis media online detik.com, Andi Saputra. Kisah lengkap berikut foto-fotonya bisa dibaca nanti di bawah. Saya sertakan juga beberapa link berita yang terkait peristiwa tersebut.

Satu hal yang ingin saya tekankan dari peristiwa itu adalah bahwa sekarang kita tidak bisa lagi menyikapi kejadian semacam ini sebatas dalam konteks pelanggaran kebebasan pers. Jadi, jangan sampai peristiwa semacam ini cuma terfokus pada konfrontasi antara insan pers versus massa yang menghalangi kerja jurnalistik di lapangan.

Continue reading

Tantangan Baru Bertajuk: “Citizen Journalism”

Banjir informasi di era Internet membawa banyak perubahan. Salah satunya adalah dalam praktik jurnalistik. Bagaimana berita menemukan bentuk dan makna barunya di era seperti ini? Silakan temukan jawabnya lewat telaah atas konsep baru bertajuk citizen journalism dalam artikel berikut:

Citizen Journalism dan Makna Berita di Era Informasi – by zaki habibi

TIME’s Person of the Year 2006

Revolusi teknologi berbasis komputer telah menembus ruang-ruang hidup manusia di era Internet kini.

Situasi ini tidak hanya mengubah ketergantungan manusia pada berbagai instrumen teknologi komunikasi dan informasi, tetapi juga telah menyentuh hingga perubahan pola pikir dan perilaku. Inilah yang dicerap Majalah TIME edisi akhir tahun 2006. Lihat ulasanku di sini:

TIME’s Person of the Year 2006 – by zaki habibi