Medio April lalu, tepatnya sejak 15 April hingga 6 Mei 2008, saya jadi sering bolak-balik ke perkampungan di daerah Kotagede, Jogja. Persisnya di Dusun Sayangan, Jagalan. Kampung ini sudah masuk wilayah Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul. Wilayahnya mudah dikenali dan dijangkau karena persis di sekitaran Masjid Kotagede, salah satu situs bersejarah peninggalan Kerajaan Mataram Islam.
Tapi, keperluan saya keluar masuk di sana tak ada sangkut pautnya dengan urusan sejarah atau Kerajaan Mataram. Saya diundang menjadi fasilitator merangkap trainer untuk membantu menghidupkan keberadaan media komunitas yang dikerjakan pemuda-pemudi di wilayah tersebut. Awalnya, ini hanyalah salah satu kegiatan mahasiswa yang tengah KKN (Kuliah Kerja Nyata) dari Universitas Islam Indonesia (UII). Undangan kepada saya pun datang dari mereka. Namun, setelah saya berbincang-bincang di awal, ternyata mereka belum siap dengan desain programnya. Alhasil, saya usulkan beberapa hal agar kegiatan itu tidak sekadar ada dan lalu jadi sia-sia.
